Senin, 31 Desember 2012

Surat cintanya anak IPA

Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet yang berinduksi di antara kita Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2 Ah tak sebanding dengan momen cintaku Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro… Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya Energi kinetik cintaku = -mv~ Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita Lihat hukum cinta kita Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna Dengan inersia tak terhingga Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya Inilah resultan momentum cinta kita… #just share :)
Read more »»  

Lakukan Sekarang!

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memulai sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami, akibatnya menunda-nunda waktu untuk memulai. Kesempatan-kesempatan kecil untuk memulai sesuatu dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Memulai sesuatu bukanlah barang mudah. Termasuk memulai sebuah pekerjaan. Apalagi jika kita pernah menjalani pekerjaan lain sebelumnya. Memulai dari nol merupakan sebuah langkah yang sangat berat. Walau pepatah bilang bahwa orang yang sukses itu adalah orang yang selalu mampu bangkit ketika terjatuh, namun dalam implementasi hal itu sangat sulit dan komplek. jika seseorang itu sudah berpengalaman dan memiliki tekad dan keyakinan baja untuk terus maju maka hal itu bisa kita buat sebagai momentum untuk melakukan sesuatu atau merubah sesuatu. Memulai sesuatu sama dengan melakukan sesuatu yang baru atau melakukan perubahan ,ternyata berubah itu tidak mudah. benar kata orang, perubahan itu sesuatu yang cenderung akan dihindari oleh kita, apalagi jika sebelumnya dalam status quo kita cenderung untuk menjadi enak dan tidak disusahkan. kita terlalu menikmati zona nyaman kita, dan pada saatnya kita harus berpindah atau keluar dari zona nyaman, seketika kita akan cenderung untuk menolak atau enggan, ataupun jika kita memang sudah keluar dari zona nyaman itu, kita cenderung untuk menikmatikenyamanan yang kita miliki. kita semua sesungguhnya memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan atau melakukan sesuatu, dan itu dapat dimulai dengan langkah tanpa biaya: merubah cara pandang. Kita semua mampu, tapi tidak semua mau. Perubahan dan memulai sesuatu yang baru adalah hal yang tidak bisa dielakkan lagi. Jika kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi, maka kita tidak begitu kesulitan membaca perubahan-perubahan yang sedang terjadi dan bagaimana menyikapi perubahan-perubahan itu dengan kreatif. Berani,kesediaan mengambil resiko gagal. terkdang kita selalu menunda-nunda akan apa yang akan kita kerjakan, malah hal itu lah yang membuat kita terkadang tidak berbuat apa-apa Jika kita hidup hari ini ibaratkan sebuah buku, maka buku tersebut hanya berisikan tiga lembar. Hari kemarin, hari ini dan hari esok. Betapa hebat hari kemarin itu telah berlalu. Tidak ada satupun yang dapat kita lakukan untuk mengubah sesuatu yang telah berlalu. Hari esok juga diluar jangkauan kita. Jika kita ingin berhasil dalam hidup ini, kita harus menaruh perhatian kita pada apa yang sedang terjadi hari ini, sekarang, Ungkapan yang menggambarkan hari ini, sekarang, adalah modal dan sesuatu yang sangat berharga. Tidak ada apapun yang terjadi di luar hari ini atau sekarang. Tidak ada sesuatu yang terjadi di hari kemarin atau hari esok. Semua terjadi di hari ini, sekarang Pusatkan pikiran, tenaga, talenta pada hari ini. Badan kita kadangkala berada pada hari ini, tetapi pikiran kita mengambang kemana-mana. Jika kita hidup di hari kemarin atau esok, kita mengambil keputusan dan tindakan yang diwarnai ketakutan. Takut akan apa yang telah terjadi atau akan apa yang akan terjadi.Jangan melamun, lakukan sesuatu sekarang. Ingat bahwa menunda-nunda, adalah kebiasaan yang dapat menghambat kita melakukan sesuatu sekarang. Kita harus mendaftarkan semua tugas dan berilah peringkat mana yang harus dikerjakan lebih dahulu, lalu pegang teguh jadwal itu sebaik-baiknya. Untuk melakukan sesuatu sekarang, kita juga harus mengejar tujuan, walaupun kita bosan, patah semangat atau perhatian kita teralihkan, tetapi maju terus. Sering kali orang sibuk dengan impian, Keingina dan ambisinya karena saking terlenanya dan selalu berkata Akan masih ada waktu "nanti" jadi lebih baik ditunda saja dulu. sebenarnya tidak ada gunanya untuk menunda hingga Nanti, besok atau lusa, keputusannya memang ada di tangan anda tapi waktu yang kita pilih juga menentukan. Tentunya perubahan yang akan kita lakukan Lakukan sekarang!
Read more »»  

Relativitas Waktu-Keajaiban Al-Qur'an

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya. Tapi ada perkecualian; Al Qur'an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi: "Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 22:47) "Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu." (Al Qur'an, 32:5) "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun." (Al Qur'an, 70:4) Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama: "Allah bertanya: 'Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?' Mereka menjawab: 'Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.' Allah berfirman: 'Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui'." (Al Qur'an, 23:122-114) Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur'an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur'an adalah Kitab Suci.
Read more »»  

Puisi Terakhir BJ Habibie untuk istrinya

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak megeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini. Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. Selamat jalan, Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya, kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku, selamat jalan, calon bidadari surgaku ....
Read more »»